Pengaruh Pengairan Intermitten dan Pengairan Konvensional Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Padi
Kata Kunci:
Intermitten, Konvensional, Padi, PengairanAbstrak
Tanaman Padi merupakan tanaman yang termasuk memiliki prospek besar dalam pengembanganya. Air adalah unsur penting dalam berbudidaya padi, tapi tidak semua fase dalam pertumbuhan padi memerlukan air. Sistem irigasi berselang atau intermitten irrigation adalah suatu konsep penghematan penggunaan air melalui pengaturan kondisi air di lahan. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan pertumbuhan dan produksi tanaman padi dengan perlakuan pengairan intermitten dan pengairan konvensional. Metode penelitian yang digunakan adalah Uji T dengan Metode Percobaan Diagonal Sampling. Percobaan ini dilakukan di Desa Karangan Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek pada bulan Desember – Maret. Hasil percobaan menunjukkan perlakuan pengairan intermitten dan pengairan konvensional pada tanaman padi memberikan pengaruh berbeda nyata, parameter debit air dengan 30.000 liter pada perlakuan pengairan intermitten dan 60.000 pada perlakuan pengairan konvensional, pH tanah dengan hasil 6,7 pada pengairan intermitten dan 6,5 pada pengairan konvensional, tinggi tanaman dengan rata rata 94,8 cm pada pengairan intermitten dan 100,8 pada pengairan konvensional, jumlah anakan dengan hasil 14 anakan pada perlakukan pengairan intermitten dan 18 anakan pada perlakuan pengairan konvensional, berat gabah 1000 butir dengan hasil 28 gram pada perlakuan pengairan intermitten, dan 26 gram pada pengairan konvensional, jumlah malai dengan hasil 11 malai pada pengairan intermitten dan 12 malai pada pengairan konvensional