PERBEDAAN DAYA TETAS TELUR ITIK MOJOSARI DAN ITIK HIBRIDA (STUDI KASUS DI KECAMATAN MOJOSARI)
Kata Kunci:
Penetasan, Mortalitas, Daya TetasAbstrak
Terjadi peningkatkan permintaan kebutuhan masyarakat akan Day Old Duck (DOD), didasari oleh 16% konsumsi telur di Indonesia yang dipenuhi oleh telur itik. Perlu adanya teknologi penerapan mesin penetas telur yang mampu meningkatkan produktifitas DOD. Tujuan penelitian penetasan telur itik ini yaitu untuk meningkatkan produktifitas peternak itik melalui penjualan anak itik atau DOD dengan memiliki harga jual lebih tinggi melalui penerapan mesin penetas telur. Motode analisis data dalam penelitian ini mengunakan metode percobaan menggunakan analisis data kuantitatif tabel frekuensi presentase (%), dan Uji T (T-Test) yang diolah menggunakan aplikasi excel secara efektif. Didapatkan hasil penelitian ini bahwa perbedaan daya tetas telur itik Mojosari dan itik Hibrida sangat signifikan yaitu sebesar 27,6. Dari persentase daya tetas itik Mojosari sekitar daya tetas 71,4%, sedangkan persentase daya tetas itik Hibrida sekitar 62,2%. Perbedaan ini di sebabkan oleh suhu penetasan, kelembapan relatif, ketebalan kulit cangkang, bobot, keutuhan, bentuk telur, kebersihan, dan umur telur. Sehingga usaha itik mojosari lebih prospek dikembangkan sebagai pembibitan DOD dari pada itik hibrida.