PERUBAHAN PENGETAHUAN PETANI TENTANG TEKNOLOGI PRODUKSI BENIH JAGUNG HIBRIDA MELALUI SEKOLAH LAPANG DI KABUPATEN SIGI

Main Article Content

Risna Risna
Andi Irmadamayanti
Heni S.P Rahayu
Saidah Saidah

Abstract

ABSTRAK


Jagung merupakan salah satu komoditas strategis dan bernilai ekonomis tinggi karena selain sebagai sumber utama karbohidrat dan protein setelah beras, jagung merupakan bahan baku industri pakan ternak. Salah satu daerah produsen jagung di Propinsi Sulawesi Tengah adalah Kabupaten Sigi sebagai kawasan Nasional jagung dengan program GP-PTT Seluas 1.500 hektar. Salah satu masalah pengembangan jagung yang dihadapi adalah benih tidak terpenuhi secara tepat waktu, tepat jenis dan tepat harga. Untuk mengatasi ketersediaan benih maka perlu dilakukan produksi benih jagung hibrida. Teknologi produksi jagung hibrida merupakan salah satu teknologi yang dihasilkan yang telah dihasilkan Badan Litbang untuk dapat memenuhi kebutuhan benih nasional. Namun inovasi teknologi ini belum sepenuhnya tersebar kepada pelaku utama (petani). Agar inovasi teknologi pertanian tersebut dapat bermanfaat untuk pelaku utama (petani) maupun pelaku usaha, maka perlu didesiminasikan. Dalam mendiseminasikan inovasi teknologi tersebut, terdapat beberapa metode penyuluhan salah satunya sekolah lapang (SL). Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti SL, yang dilaksanakan pada bulan Januari sampai Desember 2019 di Kabupaten Sigi yakni di Desa Kaleke, Kec. Dolo Barat sebanyak 15 orang responden.  Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diambil sebanyak dua kali yaitu tes awal (pre test) sebelum kegiatan dan tes akhir (post test) setelah kegiatan sekolah lapang. Data dianalisis menggunakan Paired T Test (uji T berpasangan). Hasil analisis uji T berpasangan pada taraf 5% menunjukkan bahwa persentase petani signifikan mengalami peningkatan pengetahuan. Peningkatan pengetahuan peserta SL sebesar 93,33%. Selanjutnya berdasarkan hasil analisis efektivitas maka tingkat efektivitas SL sebesar 46,25% dengan kategori cukup efektif.


Kata Kunci : Jagung, Benih, Sekolah Lapang, Perubahan Pengetahuan


ABSTRACT


Corn is a strategic commodity that has high economic value since corn becomes the main source of carbohydrates and protein after rice. Moreover, corn also has a function as the raw material of the animal feed industry. One of the corn producer regions in Central Sulawesi Province is Sigi Regency as a National Corn Area with a 1,500-hectare However, corn’s development still has some problems, such as seeds are not fulfilled at the right time, in the right type, and also at the right price. To overcome the availability of seeds, it is necessary to produce hybrid corn seed. The technologies have been produced by the R and D Agency to meet the needs of national seeds. However, this technological innovation has not been fully spread to the main actors (farmers) and businessman yet. These technologies need to be disseminated through extension methods, such as a Farmer Field School (FFS) or SL. This study aims to determine the effectiveness of increasing the knowledge of participants after attending Farm Field School (FFS), which was conducted in January to December 2019 in the Sigi Regency namely in the Village of Kaleke, Dolo Barat sub-district with 15 respondents. Data collection using a questionnaire was taken twice, namely the initial test (pre-test) before the activity and the final test (post-test) after the field school activities. Data were analyzed Paired T Test. The results of the analysis at a 5% level showed that FFS significantly increased knowledge of participants, with an increase in grade reach 93.33%. Furthermore, based on the results of the effectiveness analysis, the efectivity of FFS is 46.25% with medium categories.


Keywords: Corn, Seed, Field School, Change of Knowledge

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles