Analisis Faktor Sosial Ekonomi dalam Adopsi Sistem Tumpang Sari pada Usahatani Cabai Merah di Lahan Pesisir Yogyakarta

Authors

  • Eliyatiningsih Politeknik Negeri Jember, Indonesia
  • Malichatus Yusri Arsyindha Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang, Indonesia
  • Arya Gilang Saputra Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang, Indonesia
  • Muhamad Sakur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang, Indonesia
  • Raissa Lintang Hanum Maheswari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.34145/agriekstensia.v25i1.3992

Keywords:

Intensifikasi Lahan, Karakteristik Petani, Penyuluhan, Produktivitas, Regresi Logistik

Abstract

Sistem tumpang sari menjadi strategi adaptasi penting bagi petani cabai merah di lahan pesisir pantai yang memiliki karakteristik lingkungan budidaya ekstrem. Pola tanam ini mampu meningkatkan produktivitas lahan secara optimal melalui keragaman komoditas dalam satu area tanam. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana faktor sosial ekonomi petani memengaruhi keputusan mereka dalam mengadopsi sistem tumpang sari dalam usaha tani cabai merah di area pesisir Yogyakarta. Survei dilakukan terhadap 100 petani cabai merah di wilayah pesisir Kabupaten Kulon Progo. Data dianalisis dengan pendekatan statistik deskriptif dan analisis regresi logistik biner. Analisis deskriptif mengonfirmasi bahwa sekitar 61% petani telah menerapkan sistem tumpang sari pada usahatani cabai merah. Model regresi logistik biner menunjukkan nilai Nagelkerke R² sebesar 0,461. Hasil analisis regresi mengonfirmasi bahwa petani laki-laki, tingkat pendidikan, dan frekuensi penyuluhan signifikan meningkatkan kecenderungan petani dalam mengadopsi sistem tumpang sari, sementara petani dengan luas lahan sempit cenderung menerapkan pola tanam tumpang sari dibandingkan monokultur. Temuan ini mengindikasikan bahwa tumpang sari merupakan strategi intensifikasi yang efektif bagi petani dengan lahan terbatas. Frekuensi penyuluhan diidentifikasi sebagai faktor paling dominan dengan odds ratio sebesar 3,857, sehingga penguatan kapasitas petani melalui penyuluhan yang intensif dapat dilakukan untuk meningkatkan ekonomi rumah tangga petani di kawasan pesisir.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alam, M. J., Sarma, P. K., Begum, I. A., Connor, J., Crase, L., Sayem, S. M., & Mckenzie, A. M. (2024). Agricultural Extension Service, Technology Adoption, and Production Risk Nexus: Evidence from Bangladesh. Heliyon, 10(14), 1–14. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2024.e34226.

Dissanayake, C. A. K., Jayathilake, W., Wickramasuriya, H. V. A., & Dissanayake, U. (2022). A Review on Factors Affecting Technology Adoption in Agricultural Sector. The Journal of Agricultural Sciences-Sri Lanka, 17(2), 280–296. https://doi.org/http://doi.org/10.4038/jas.v17i2.9743.

Fadeyi, O. A., Ariyawardana, A., & Aziz, A. A. (2022). Factors Influencing Technology Adoption Among Smallholder Farmers: A Systematic Review in Africa. Journal of Agriculture and Rural Development in the Tropics and Subtropics, 123(1), 13–30. https://doi.org/https://doi.org/10.17170/kobra-202201195569.

Fauzan, M., Syaukat, Y., Kusnadi, N., & Baga, L. M. (2025). Adoption of Sandy Coastal Farming Technology in Indonesia: A Household Economics Analysis. Agraris, 11(2), 295–316. https://doi.org/10.18196/agraris.v11i2.814.

Fivintari, F. R., Rachmasari, F. A., Ekawati, F. I., Kamardiani, D. R., & Robani, A. (2023). Red Chilli Farming on Beach Sand and Rice Land with Various Irrigation Systems in Bantul. Proceedings 4th International Conference on Agribusiness and Rural Development, Yogyakarta. https://doi.org/10.1051/e3sconf/202344402046.

Fraenkel, R. J., & Wallen, E. N. (2009). How to Design and Evaluate Research in Education. US: McGraw-Hills.

Genet, W., & Kassa, B. A. (2022). Factors Influencing the Adoption of Climate-Smart Agricultural Practice by Small-Scale Farming Households in Wondo Genet, Southern Ethiopia. SAGE Open, 1–13. https://doi.org/10.1177/21582440221121604.

Ha, T. M., Manevska-tasevska, G., Jäck, O., Weih, M., & Hansson, H. (2023). Farmers’ Intention Towards Intercropping Adoption: The Role of Socioeconomic and Behavioural Drivers. International Journal of Agricultural Sustainability, 5903, 1–16. https://doi.org/10.1080/14735903.2023.2270222.

Hu, Y., Li, B., Zhang, Z., & Wang, J. (2022). Farm Size and Agricultural Technology Progress: Evidence from China. Journal of Rural Studies, 93(2), 417–429. https://doi.org/10.1016/j.jrurstud.2019.01.009.

Julianto, N., Widaryanto, E., & Ariffin, A. (2023). Efisiensi Penggunaan Lahan Melalui Pengaturan Pola Tanam Tumpangsari Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) dan Cabai (Capsicum annum L.). Agro Bali : Agricultural Journal, 6(2), 350–360. https://doi.org/10.37637/ab.v6i2.1286.

Lee, H. (2025). Agriculture Risk Attitude and Agricultural Technology Adoption in Northeastern Thailand’s Rice Farming. Master's thesis, Seoul National University. https://s-space.snu.ac.kr/handle/10371/229144?mode=full.

Mahlayeye, M., Darvishzadeh, R., & Nelson, A. (2022). Cropping Patterns of Annual Crops: A Remote Sensing Review. Remote Sensing, 14(10). https://doi.org/10.3390/rs14102404.

Nasution, M. (2025). Pengaruh Pola Tanam Tumpangsari Terhadap Produktivitas Lahan Pertanian. Circle Archive, 1(7), 1–10.

Nhuong, B. H., Truong, D. D., Huan, L. H., Thi, B., & Lan, H. (2025). Factors Influencing Farming Households’ Climate Change Adaptation Strategies in Central Vietnam. Plos One, 20(7), 1–22. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0328058.

Prasetio, D. P. (2023). Eksplorasi Kelimpahan Hama dan Musuh Alami pada Tanaman Tumpangsari Cabai (Capsicum annum) dan Bawang Merah (Allium ascalonicum). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 3(1), 1–11.

Rola-rubzen, M. F., Paris, T., & Hawkins, J. (2020). Improving Gender Participation in Agricultural Technology Adoption in Asia: from Rhetoric to Practical Action. Applied Economic Perspectives and Policy, 42(1), 113–125. https://doi.org/10.1002/aepp.13011.

Saidah, Z., Harianto, Hartoyo, S., & Asmarantaka, R. W. (2020). Change on Production and Income of Red Chili Farmers. Paper Presented at Proceedings of International Conference on Climate Smart Sustainable Agriculture, Majalengka (pp. 1-10). https://doi.org/10.1088/1755-1315/466/1/012003.

Santari, P. T., Amin, M., & Mulyawan, R. (2021). Perbaikan Sifat Tanah pada Lahan Berpasir dengan Pemberian Pupuk Kandang dan Pupuk Hayati. Paper Presented at Proceedings of Seminar Nasional Lahan Suboptimal Ke-9, Palembang (pp.854–862).

Setiawan, A. N., Saputra, M. T. E., Sarjiyah, S., & Purnawanto, A. M. (2025). Characteristics of the Coastal Sandy Land Cropping System in Panjatan, Kulonprogo. Paper Presented at Proceedings of 8th International Conference on Sustainable Agriculture, Yogyakarta (pp.1–11). https://doi.org/10.1088/1755-1315/1572/1/012041.

Sutardi, S., & Wirasti, C. A. (2017). Sistem Usahatani Cabai Merah pada Lahan Pasir di Yogyakarta. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, 20(2), 125–139.

Wijantara, I. G. A., Ayu, D., Febila, M., & Mawarni, K. D. (2022). Kajian Risiko Usahatani Cabai Merah Besar. Benchmark, 3(1), 53–63. https://doi.org/10.46821/benchmark.v3i1.265.

Wossen, T., Abdoulaye, T., Alene, A., Haile, M. G., Feleke, S., Olanrewaju, A., & Manyong, V. (2017). Impacts of Extension Access and Cooperative Membership on Technology Adoption and Household Welfare. Journal of Rural Studies, 54, 223–233. https://doi.org/10.1016/j.jrurstud.2017.06.022.

Zulfikri, A., Murni, E., Ningsih, N., Harsono, I., & Susanto, H. (2024). Agricultural Adaptation Strategies to Weather Fluctuations for Improved Agribusiness Sustainability in West Java. West Science Nature and Technology, 2(01), 17–23.

Downloads

Published

2026-06-29

How to Cite

Eliyatiningsih, Arsyindha, M. Y., Saputra, A. G., Sakur, M., & Maheswari, R. L. H. (2026). Analisis Faktor Sosial Ekonomi dalam Adopsi Sistem Tumpang Sari pada Usahatani Cabai Merah di Lahan Pesisir Yogyakarta . AGRIEKSTENSIA, 25(1), 71–81. https://doi.org/10.34145/agriekstensia.v25i1.3992

Citation Check