KcBK Rumput Kumpai Tembaga (Hymenachne acutigluma) dengan Penambahan Ampas Tahu dan Bungkil Inti Sawit (BIS)

Authors

  • Asih Pujiastuti Fakultas Pertanian, Universitas Antakusuma , Indonesia image/svg+xml
  • Gusti M Sofyannoor Dinas Pertanian Kotawaringin Barat, Indonesia
  • Ida Ketut Mudhita Fakultas Pendidikan Kedokteran Hewan, Indonesia
  • Dedi Mulyadi Dinas Pertanian Kotawaringin Barat, Indonesia
  • M Mundzir Dinas Pertanian Kotawaringin Barat, Indonesia
  • Amin Wahyudi Fakultas Pertanian, Universitas Antakusuma , Indonesia image/svg+xml

DOI:

https://doi.org/10.34145/agriekstensia.v24i1.3747

Keywords:

ampas tahu, bungkil inti sawit, KcBK, Rumput kumpai tembaga (Hymenachne acutigluma)

Abstract

Rumput kumpai tembaga (Hymenachne acutigluma) merupakan salah satu jenis hijauan rawa yang memiliki produksi biomassa tinggi dan tersebar luas di lahan basah atau rawa. Rumput ini berpotensi sebagai sumber hijauan pakan ternak, namun tingkat pemanfaatannya masih rendah dan belum digunakan secara maksimal. Salah satu cara untuk meningkatkan nilai nutrisi dan palatabilitas, rumput kumpai tembaga dikombinasikan atau disuplementasi dengan bahan pakan tambahan seperti ampas tahu dan bungkil inti sawit (BIS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsumsi pakan, konsumsi BK dan KcBK secara in vivo. Metode penelitian adalah eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan terdiri dari P0 (rumput kumpai tembaga 10% dari BB+ampas tahu 1%), P1 (P0+bungkil inti sawit 1% ), P2 (P0+bungkil inti sawit 2%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ampas tahu dan bungkil inti sawit pada rumput kumpai tembaga tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap konsumsi pakan, konsumsi bahan kering (BK), maupun kecernaan bahan kering (KcBK). Penambahan ampas tahu dan BIS dalam pakan basal masih mampu menyediakan protein, energi dan serat yang diperlukan ternak untuk kebutuhan hidup pokok, pertumbuhan dan aktivitas fisiologisnya. Konsumsi pakan tertinggi pada P2 21,81±1,96 kg/BS dan terendah pada P0 15,76±0,97 kg/BS. Sedangkan Konsumsi BK tertinggi pada P2 8,25±0,80 kg/ekor/hr dan terendah pada P0 5,48±0,36 kg/ekor/hr. KcBK tertinggi pada perlakuan P2 68,78% dan terendah P0 54,54%.    

Downloads

Download data is not yet available.

References

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian. (2017). Pemanfaatan Ampas Tahu untuk Pakan Tambahan Sapi Pedaging. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumbar. http://sumbar.litbang.pertanian.go.id/index.

Basri, M. H., Munir., Semaun, R. (2024). Protein Kasar dan Serat Kasar Silase Kombinasi Rumput Gajah (Pennisetum Purpureum) dengan Penambahan Ampas Tahu sebagai Pakan Ruminansia. Jurnal Gallus-Gallus, 2 (2), 61 – 68.

Farliansyah., Mustabi, J., dan Syahrir, S. (2021). Kandungan Protein Kasar dan Serat Kasar Tongkol Jagung Fermentasi Menggunakan Cairan Rumen sebagai Inokulan. Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak, 14(2), 28–40.

Fathul, F dan Wajizah, S. (2010). Penambahan Mikromineral Mn dan Cu dalam Ransum terhadap Aktivitas Biofermentasi Rumen Domba Secara In Vitro. JITV, 15 (1), 9-15.

Hernaman, I., Hidayat, R., dan Mansyur. (2005). Pengaruh Penggunaan Molases dalam Pembuatan Silase Campuran Ampas Tahu dan Pucuk Tebu Kering terhadap Nilai pH dan Komposisi Zat-Zat Makanannya. Jurnal Ilmu Ternak, 5(2), 94 – 99.

Imsya, A., Riswandi., Jakfar, M.A & Ginting, S. 2019. Pengaruh Rumput Rawa dan Limbah Pertanian sebagai Penyusun Total Mixed Fiber (TMF) terhadap Kecernaan Serat Kasar dan Protein Kasar secara In Vitro. Jurnal Peternakan Sriwijaya, 6 (2), 70-78.

Jaelani, A., Malik, A., Nimah, G.K., Djaya, M.S. (2018). Proceeding The 1st International Conference on Food and Agriculture, Nusa Dua Bali, 20-21 Oct.

Jaelani, A.. Malik, A., Nimah, G.K., Djaya, M.S. (2018a). Prosiding Seminar Nasional VII Himpunan Ilmuwan Tanaman Pakan Indonesia, Hotel Tree Park Banjarmasin 5-6. November 2018.

Kearl, L. C. (1982). Nutrient Requirements of Ruminants in Developing Countries. Agriculture Experimentation Utah State University, Logan, Utah.

Lubis, D.A. (1992). Ilmu Makanan Ternak. PT. Pembangunan. Jakarta.

Muhakka., Suwignyo, R. A., Budianta, D., Yakup. (2020). Nutritional Values of Swamp Grasses as Feed for Pampangan Buffaloes in South Sumatra, Indonesia. Biodiversitas, 21 (3), 953-961.

Ngadiyono, N., G. Murjito., A. Agus dan U. Supriyana. (2008). Kinerja Produksi Sapi Peranakan Ongole Jantan dengan Pemberian Dua Jenis Konsentrat yang Berbeda. J.Indon.Ani.Agric, 33(4), 282-289.

Nulik, J. dan D.K. Hau. (2005). Pembuatandan Pemanfaatan Pakan Awet PadaTernak Sapi Bali Timor. Seminar Nasional Teknologi Peternakan danVeteriner. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Bogor.

Rahalus, R., Tulung, B., Maaruf, K., Wolayan, F.R. (2014). Pengaruh Penggunaan Konsentrat dalam Pakan Rumput Benggala (Panicum maximum) terhadap Kecernaan NDF dan ADF pada Kambing Lokal. J. Zootek, 34(1), 75 – 82.

Rakhmani, S., Pangestu, Y., Sinurat, A. P., & Purwadaria, T. (2015). Carbohydrate and Protein Digestion of Palm Kernal Cake using Mannanase BS4 and Papain Cocktail Enzymes. Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner, 20(4), 268–274. https://doi.org/10.14334/jitv.v20i4.1245

Riswandi. (2014). Evaluasi Kecernaan Silase Rumput Kumpai (Hymenachne acutigluma) dengan Penambahan Legum Turi Mini (Sesbania rostra). Jurnal Peternakan Sriwijaya, 3(2), 43-52.

Riswandi., Priyanto, L., Imsya, A., Nopiyanti, M. (2017). Kecernaan In Vitro Ransum Berbasis Rumput Kumpai (Hymenachne acutigluma) Fermentasi Disuplementasi Legum Berbeda. J. Veteriner. 18(2), 303-311.

Saingo, R., Sobang, Y. U., & Lestari, G. A. (2021). The Effect Supplementation of Concentrate Feed Containing Fermented Banana Comb Flour with Zn Biocomplex on the Consumption and Digestibility of Dry matter and Organic Matter of Fattening Bali Cattle. Jurnal Peternakan Lahan Kering, 3(3).

Syapura, B. M., Pratama, W.S. (2013). Peningkatan Kualitas Jerami Padi dan Pengaruhnya terhadap Kecernaan Nutrien dan Produk Fermentasi Rumen Kerbau dengan Feces sebagai Sumber Inokulum. Jurnal Agripet. 13(2): 59-67.

Syarifuddin. (2020). Ketersediaan Pakan Ternak dalam Upaya Meningkatkan Produksi Ternak Melalui Riset. Webinar Nasional Prodi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bosowa.

Tahuk, P. K. and Dethan, A.A. (2010). Performance of Bali Bull inGreenlot Fattening by Farmerswhen Rainy Season in Timor Island. J.Indonesian Trop.Anim.Agric. 35(4), 257-261.

Tillman, D.A.. Hartadi, H., Reksohadiprodjo, S., Lebdosoekojo, S. (1998). Ilmu Makanan Ternak Dasar. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Wajizah, S., Samadi., Usman, Y., Mariana, E. (2015). Evaluasi Nilai Nutrisi dan Kecernaan In Vitro Pelepah Kelapa Sawit (Oil palm fronds) yang Difermentasi Menggunakan Aspergillus Niger dengan Penambahan Sumber Karbohidrat yang Berbeda. Jurnal Agripet, 15(1), 13–19.

Widiyastuti, D. A dan Salsabila, N. (2020). Potensi Bungkil Inti Sawit sebagai Campuran Media Tanam pada Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill). Jurnal Teknologi Agro-Indusri, 8 (1).

Yudith, T. A. (2010). Pemanfaatan Pelepah Sawit dan Hasil Ikutan Industri Kelapa Sawit terhadap Pertumbuhan Sapi Peranakan Simental Fase Pertumbuhan. Departemen Pendidikan Fakultas Peternakan, Universitas Sumatra Utara, Medan

Downloads

Published

2025-06-28

How to Cite

Pujiastuti, A., Sofyannoor, G. M., Mudhita, I. K., Mulyadi, D., Mundzir, M., & Wahyudi, A. (2025). KcBK Rumput Kumpai Tembaga (Hymenachne acutigluma) dengan Penambahan Ampas Tahu dan Bungkil Inti Sawit (BIS). AGRIEKSTENSIA, 24(1), 67–77. https://doi.org/10.34145/agriekstensia.v24i1.3747

Citation Check