Penggunaan Mimosa Sebagai Agen Penyamak Pengganti Formaldehyde pada Proses Penyamakan Kulit Ikan Lencam (Lethrinus lentjan)

Authors

  • Laili Rachmawati Program Studi Teknologi Pengolahan Kulit, Politeknik ATK Yogyakarta, Indonesia
  • Emiliana Anggriyani Program Studi Teknologi Pengolahan Kulit, Politeknik ATK Yogyakarta, Indonesia
  • Mustafidah Udkhiyati Program Studi Teknologi Pengolahan Kulit, Politeknik ATK Yogyakarta, Indonesia
  • Nur Mutia Rosiati Program Studi Teknologi Pengolahan Kulit, Politeknik ATK Yogyakarta, Indonesia
  • Nais Pinta Adetya Program Studi Teknologi Pengolahan Kulit, Politeknik ATK Yogyakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.34145/agriekstensia.v24i1.3701

Keywords:

penyamakan, kulit ikan lencam, formaldehyde, mimosa

Abstract

Ikan lencam memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk kulit samak. Permasalahan yang dihadapi adalah masih banyak produksi kulit samak menggunakan bahan penyamak formaldehyde, yang diketahui sebagai bahan penyamak yang tidak aman dan berkontribusi terhadap masalah pencemaran lingkungan. Mimosa merupakan salah satu jenis bahan penyamak alami yang berasal dari tanaman acacia. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan mutu kulit ikan lencam yang disamak dengan mimosa dan formaldehyde dengan standar SNI 06-4586-1998. Proses penyamakan menggunakan drum penyamakan. Kulit ikan lencam disamak dengan 2 perlakuan, yaitu 6% mimosa  dan 6% formaldehyde, dan dilanjutkan dengan proses pasca penyamakan dan finishing. Hasil yang didapatkan yaitu kulit ikan lencam tersamak mimosa memiliki kuat tarik (2.893,87±170,59 N/cm2) dan kuat sobek (629,88±12,84 N/cm) yang lebih rendah dari kulit ikan lencam tersamak formaldehyde (p<0,05), tetapi masih memenuhi standar SNI 06-4586-1998. Kemuluran kulit ikan lencam tersamak mimosa (61,82±2,80%) lebih besar dari SNI 06-4586-1998, tetapi lebih rendah dari kulit ikan lencam tersamak formaldehyde (p<0,05). Suhu kerut kulit ikan lencam tersamak mimosa (68,24±0,33 °C) tidak berbeda nyata (p<0,05) dengan kulit ikan lencam tersamak formaldehyde. Kesimpulan dari enelitian ini adalah bahan penyamak mimosa dapat digunakan sebagai pengganti formaldehyde pada proses penyamakan kulit ikan lencam, sehingga lebih aman untuk lingkungan

Downloads

Download data is not yet available.

References

Akkan, S. (2024). Evaluating the sustainability of vegan leather as an eco-friendly and ethical alternative to animal-derived leather. Thesis. Technical University of Munich. Doi: 10.13140/RG.2.2.32413.32486

Ali, M. F., M. Kamal, dan M. S. Islam. (2020). Comparative study on physical properties of different types of leather in Bangladesh. Journal of Engineering Research and Application. Vol. 10 (02). Hal. 55–63. 10.9790/9622-1002035563

Andini, L., E. N. Dewi, dan A. D. Anggo (2018). Karakteristik kulit ikan kakap putih (Lates calcarifer) samak dengan kombinasi bahan penyamak alum dan mimosa. Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan. Vol. 7 (1). Hal. 34 – 39.

Atmoko, C. R. (2019). Peningkatan Nilai Ekonomi Kulit Ikan Nila Hitam Melalui Pengolahan Produk Kreatif Kulit Komersial. Fakultas Pertanian. Universitas Gadjah Mada.

Badan Pusat Statistik. Kabupaten Bireuen. (2019). Volume produksi ikan (ton) tahun 2017-2019. https://bireuenkab.bps.go.id/.

Bevans, R. (2023). An introduction to t test: definitions, formula and examples. https://www.scribbr. com/statistics/t-test/.

Buljan, J. dan I. Král’. (2019). The framework for sustainable leather manufacture, 2nd edition. United Nations Industrial Development Organization.

Cahyo, S. D., T. W. Agustini, dan Sumardianto. (2016). Pengaruh penyamakan kombinasi mimosa (tanning) dengan konsentrasi zirkonium yang berbeda (retanning) terhadap kualitas fisik kulit ikan nila. J.Peng. & Biotek. Hasil Pi. 5 (3). Hal. 45 – 51.

Covington, A.D. dan W.R. Wise. (2020). Tanning Chemistry: The Science of Leather 2nd Edition. Royal Society of Chemistry. UK.

Esteban, B., G. Baquero, R. Cuadros, and J. M. Morera. (2021). Proposal and application of a new method to determine leather shrinkage temperature. Thermochimica Acta. 698 (2021) 178880. https://doi. org/10.1016/j.tca.2021.178880

IBM®. (2009). SPSS Statistics Editions. IBM Corporation Software Group, United States of America.

Kelly, S. J., H. C. Wells, K. H. Sizeland, N. Kirby, R. L. Edmonds, T. Ryan, A. Hawley, S. Mudie, and R. G. Haverkamp. (2018). Artificially modified collagen fibril orientation affect leather tear strength. Journal of the science of food and agriculture. Vol. 98 (9), Pp. 3524–3531. https://doi.org/ 10.1002/jsfa.8863

Kholifah, N., Y. S., Darmanto, dan I. Wijayanti. (2014). Perbedaan Konsentrasi Mimosa pada Proses Penyamakan Terhadap Kualitas Fisik dan Kimia Ikan Nila (Oreochromis nilaticus). Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan, Vol. 03 (04), Hal. 113 – 118.

Koloka, O., & J. Moreki, (2011). Tanning hides and skins using vegetable tanning agents in Hukuntsi sub-district, Botswana. Journal of Agricultural Technology, Vol. 7 (4). Hal. 915-922.

Lutfia, S. (2021). Desain, Analisis Preferensi Konsumen, dan Nilai Tambah Produk Kulit Ikan Lencam. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Maharani, A. T., Y. S. Darmanto, dan P. H. Riyadi. (2015). Pengaruh jenis dan konsentrasi bahan minyak dalam proses peminyakan terhadap kualitas kulit ikan nila (Oreochromis niloticus) samak. Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan. Vol. 4 (1). Hal. 1 – 6.

Pancapalaga, W. dan N. Nurjannah. (2020). Evaluasi pewarnaan kulit samak kelinci mimosa menggunakan ekstrak kulit buah naga (Hylocereus polyrhizus). Jurnal Peternakan Indonesia. Vol. 22 (3), Hal. 313 – 320. Doi: 10.25077/jpi.22.3.313-320.2020

Permadi, I. (2021). Pengaruh Glutaraldehid dan Mimosa terhadap Mutu Kulit Ikan Lencam Tersamak Sebagai Bahan Baku Produk Kulit Komersial. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

PT. Inti Luhur Fuja Abadi. (2019). ILUFA Seafood. Pasuruan. Jawa Timur.

Purnomo, E., L. Rachmawati, dan E. Anggriyani. (2020). Teknik Penyamakan Mineral dan Aldehida. Modul Perkuliahan. Jurusan Teknologi Pengolahan Kulit. Politeknik ATK Yogyakarta.

Rachmawati, L., E. Anggriyani, dan E. Purnomo. (2024). Praktik Pasca Tanning Kulit Kecil dan Eksotik. Modul Perkuliahan. Program Studi Teknologi Pengolahan Kulit. Politeknik ATK Yogyakarta.

Rachmawati, L., E. Anggriyani, and N.M. Rosiati. (2020). Technology of free chrome tanning process: optimal level of formaldehyde as tanning agent for mondol stingray (Himantura gerrardi). Leather and Footwear Journal. Vol. 20 (3), Pp. 277 – 286. Doi: https://doi.org/10.24264/lfj.20.3.6

Rachmawati, L., E. Anggriyani, dan Nurwanto. (2023). Kualitas fisis kulit ikan lencam (Lethrinus lentjan) dengan penyamakan menggunakan glutaraldehyde. Jurnal FishtecH, Vol. 12 (1). Hal. 17 – 28.

Rahmawati. S. T. (2019). Kebiasaan Makanan Ikan Lencam (Lethrinus lentjan Lacepede, 1802) Di Perairan Teluk Laikang, Kabupaten Takalar. Universitas Hasanuddin. Makassar.

Restiangsih, Y. H., dan N. Muchlis. (2019). Beberapa Aspek Biologi Ikan Lencam, Lethrinus lentjan (Lacepede, 1802) di Perairan Bangka dan sekitarnya. Jurnal Iktiologi Indonesia, Vol. 19, No. 01, Hal. 115 – 126. Doi: https://doi.org/10.32491/jii.v19i1.349

Rosiati, N. M., L. Rachmawati, M. Udkhiyati. (2024). Characteristic of Chrome-Tanned and Vegetable-Tanned Goat Garment Leathers. Jurnal Peternakan, Vol 21 (2): 284 – 294.

Sitorus, P.A., P. H. Riyadi, dan E. Susanto. (2020). Pengaruh penggunaan minyak kelapa sawit sebagai bahan peminyakan terhadap kualitas kulit samak ikan bandeng (Chanos chanos forsk.). Jurnal ilmu dan Teknologi Perikanan, 2 (2): 57-64.

Suparno, O., A. D. Covington, dan C. S. Evans. (2008). Teknologi Baru Penyamakan Kulit Ramah Lingkungan: Penyamakan Kombinasi Menggunakan Penyamakan Nabati, Naftol dan Oksazolidin. Journal of Agroindustrial Technology. Vol. 18 (2), Hal. 79 – 84.

Thorstensen, T. C. (1993). Practical leather technology 4th ed. Krieger Publishing Company. Florida.

Wells, H. C., R. L. Edmonds, N. Kirby, A. Hawley, S. T. Mudie, and R. G. Haverkamp. (2013). Collagen fibril diameter and leather strength. Journal of Agricultural and Food Chemistry. Vol. 61 (47), Pp. 11524–11531. https://doi.org/ 10.1021/jf4041854.

Wibowo, A., Anggraini, T., Pertiwiningrum, A., dan Triatmojo, S. (2016). Eco Leather Penyamakan Ikan Buntal. ATK Press. Yogyakarta.

Yi, Yudan., W. Ding, Y. Wang, dan B. Shi. (2019). Determination of free formaldehyde in leather chemicals. Journal-American Leather Chemist Association. 114.

Downloads

Published

2025-06-30

How to Cite

Rachmawati, L., Anggriyani, E., Udkhiyati, M., Rosiati, N. M., & Adetya, N. P. (2025). Penggunaan Mimosa Sebagai Agen Penyamak Pengganti Formaldehyde pada Proses Penyamakan Kulit Ikan Lencam (Lethrinus lentjan). AGRIEKSTENSIA, 24(1), 78–86. https://doi.org/10.34145/agriekstensia.v24i1.3701

Citation Check