Infestasi Fasciola sp. pada Hewan Qurban

Authors

  • Intan Galuh Bintari Politenik Pembangunan Pertanian Malang, Indonesia
  • Iswati Politeknik Pembangunan Pertanian Malang, Indonesia
  • Nurdianti Politeknik Pembangunan Pertanian Malang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.34145/agriekstensia.v25i1.3418

Keywords:

Fasciola sp, Penyakit Infeksi, Ruminansia

Abstract

Fasciolosis merupakan salah satu penyakit infeksi yang disebabkan oleh cacing Fasciola sp. yang terjadi pada ternak ruminansia yang melalui kontaminasi metaserkaria dalam pakan hijauan maupun air minum ternak. Hewan qurban berpotensi membawa penyakit Fasciolosis bagi manusia. Pemeriksaan ante-mortem dan post-mortem saat pelaksanaan Idul Adha sangat penting dilakukan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk melindungi kesehatan masyarakat terhadap penularan penyakit yang disebabkan oleh konsumsi pangan asal hewan. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui kasus Fasciolosis pada hewan qurban di Masjid Al-Islah. Teknik non probability sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini. Sampel terdiri dari 6 hepar kambing, 7 hepar domba, dan 3 hepar sapi. Diagnosis penyakit Fasciolosis didasarkan pada temuan infestasi parasit cacing Fasciola sp. pada organ hepar saat pemeriksaan post-mortem. Hasil pemeriksaan post-mortem menunjukkan persentase prevalensi sebesar 50% pada sampel hepar kambing, 14,2% pada sampel hepar domba dan 66,6% pada sampel hepar sapi. Tingkat Prevalensi penyakit Fasciolosis pada sapi lebih tinggi daripada pada kambing dan domba, sebab Fasciolosis pada sapi bersifat kronis sedangkan pada domba dan kambing bersifat akut. Selain itu faktor umur, sistem pemeliharaan dan musim juga berpengaruh terhadap tingkat prevalensi Fasciolosis. Studi kasus ini membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut terkait prevalensi Fasciola sp. di wilayah lain, serta efektivitas metode pencegahan dan pengobatan yang digunakan pada hewan ternak di daerah endemik.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Endrakasih, E. (2017). Prevalensi Kasus Fasciolosis pada Peternakan Domba Rakyat di Kecamatan Cicurug Kabupaten Sukabumi. Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis, 1(1), 55-61.

Fatmawati, T. S., Edy Santosa, P., Qisthon, A., & Arfianto, J. (2022). Tingkat Infestasi Cacing Hati pada Kambing di Kelompok Ternak Kecamatann Sukoharjo Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung. Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan, 6(1), 2598-3067.

Fatmawati, M., & Herawati, H. (2018). Analisa Epidemiologi Kasus Helmintiasis pada Hewan Kurban di Kota Batu. Indonesia Journal of Halal, 1(2), 125-129. https://doi.org/10.14710/halal.v1i2.3664.

Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO). (2020). Good Practices for the Meat Industry: Manual on Meat Inspection for Developing Countries. FAO. https://www.fao.org.

Khadafi, R. M., Humaidah, N., & Suryanto, D. (2022). Studi Kasus Fasciolosis Sapi Potong di Rumah Potong Hewan Singkawang Kalimantan Barat. Jurnal Dinamika Rekasatwa, 5(2), 225–231.

Kusumarini, S.R., Purnama, F.S., Widyaputri, T., Prasetyo, D., Paramanandi, D.A. (2021). Recent Study on Prevalence of Fasciolosis Emphasis on Age, Origin, Body Condition and Post Mortem by Geographic Information System on Sacrificial Examination in Malang District - East Java, Indonesia. Newest Updates in Physical Science Research, 2, 143-151. https://doi.org/10.9734/bpi/nupsr/v2/7217D.

Ngazizah, F. N., Wulandari, M., & Hasanah, R. (2023). Skrining Fasciolosis pada Hewan Qurban di Palangka Raya. Jurnal Veteriner Nusantara, 6(2), 422–427. https://doi.org/10.35508/jvn.v6i2.12114.

Pandarangga, P., Klinik, D., Nutrisi, P., Studi, P., & Hewan, K. (2023). Pengabdian kepada Masyarakat di Kota Kupang: Infestasi Fasciola sp. pada Hewan Kurban di Masjid Al- Istiqomah (Community Service in Kupang City : Fasciola sp . Infestation in Sacrificial Animals in Al- Istiqomah Mosque). Media Tropika: Jurnal Pengabdian Masyarakat. 3(2), 31–37.

Paramanandi, D. A., Wisesa, I. B. G. R., & R, S. K. (2020). Tingkat Kejadian Fascioliosis pada Idul Adha 1440 H di Kota Malang. Veterinary Biomedical & Clinical Journal, 2(2), 21–26.

Purwaningsih, Noviyanti, & Putra, R. P. (2017). Distribusi dan Faktor Risiko Fasciolosis pada Sapi Bali di Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat. Acta Veterinaria Indonesiana, 5(2), 120-126.

Purwoko, J., Satyadarma, W., Savitri, R., & Progo, K. (2018). Prevalensi Fasciolosis pada Hewan Qurban di Kabupaten Kulon Progo Tahun 2016 - 2018. Jivy 2 desember 2018. 2002, 7–14.

Purwono, E. (2019). Gambaran Kasus Fasciolosis (Cacing Hati) pada Sapi Bali berdasarkan Data Hasil Pemeriksaan Hewan Qurban di Kabupaten Manokwari Tahun 2018. Jurnal Triton, 10(1), 69-74.

Rana, M. A. A., Rohii, N., & Khan, M. A. (2014). Fasciolosis in Cattle- A Review. The Journal of Animal & Plant Sciences, 24(3), 668-675.

Sambodo, P., Widayati, I., Nurhayati, D., Baaka, A., & Arizona, R. (2020). Pemeriksaan Status Kesehatan Hewan Kurban dalam Situasi Wabah Covid-19 di Kabupaten Manokwari. IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 7-13. https://doi.org/10.46549/igkojei.v1i1.140.

Wibisono, F.J., & Rondius. S. (2015). Insiden Hewan Qurban sebagai Vektor Penular Penyakit Cacing Hati (Fasciolosis) di Surabaya. Jurnal Kajian Veteriner, 3(2), 139-145.

Majawati, E. S., & Matatula, A. E. (2018). Identifikasi Telur Cacing Fasciola hepatica pada Sapi di Peternakan Sapi Daerah Tangerang. Jurnal Kedokteran Meditek, 24(68), 60–66.

World Organisation for Animal Health (WOAH). (2021). Terrestrial Animal Health Code: Chapter 6.2 – Control of Biological Hazards of Animal Health and Public Health Importance Through Ante- and Post-Mortem Meat Inspection. WOAH. https://www.woah.org.

Zulkarnain, D., Aku, A. S., Rahmatullah, R., & Munadi, L. M. (2021). Prevalensi Cacing Fasciola Hepatica pada Sapi Akseptor Program Upsus Siwab di Kabupaten Muna. Journal of Livestock and Animal Health, 4(1), 1–6. https://doi.org/10.32530/jlah.v4i1.291.

Downloads

Published

2026-06-29

How to Cite

Bintari, I. G., Iswati, & Nurdianti. (2026). Infestasi Fasciola sp. pada Hewan Qurban . AGRIEKSTENSIA, 25(1), 1–6. https://doi.org/10.34145/agriekstensia.v25i1.3418

Citation Check