Persepsi Petani Terhadap Peran Penyuluh dalam Pengembangan Kegiatan KWT Srikandi Desa Toyomarto

Main Article Content

Ahmad Dedy Syathori

Abstract

ABSTRAK


Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tentang bagaimana presepsi petani terhadap peran penyuluh dalam pengembangan kegiatan Srikandi di Desa Toyomarto Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dan kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan pada Desember 2020 hingga Januari 2021 pada KWT Srikandi yang berada di Desa Toyomarto Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Penentuan Desa Toyomarto sebagai lokasi penelitian dilakukan secara purposive dengan pertimbangan bahwa KWT Srikandi merupakan kelompok wanita tani yang ada di Desa Toyomarto. Metode analisis pada penelitian ini menggunakan software SPSS 2.0. Hasil penelitian menunjukkan persepsi anggota KWT Srikandi pada variabel Pengetahuan rata-rata skor 3,69 hal ini berarti sebagian besar responden setuju bahwa penyuluh memberikan masukan dan saran dalam upaya pengembangan kelompok tani, pada variabel Keterampilan rata-rata skor 3,8 menunjukkan apabila responden menyatakan setuju  anggota Kelompok Tani dapat melaksanakan kegiatan kelompok tani sesuai dengan keterampilan yang didapat. Pada variabel Sikap total rata-rata skor adalah 3,75 menunjukkan bahwa responden menyatakan setuju apabila penyuluh mampu berkomunikasi dengan bahasa yang mudah dipahami petani atau anggota. Sedangkan Persepsi responden pada variabel pengembangan kegiatan kelompok tani total rata-rata skor  3,9 menunjukkan responden menyatakan setuju apabila penyuluh berperan dalam meningkatkan kemampuan anggota KWT membuat perencanaan kegiatan Kelompok Wanita Tani.


Kata kuncipetani,; penyuluh pertanian; persepsi


ABSTRACT


The purpose of this study is to describe how farmers perceive the role of extension workers in developing Srikandi activities in Toyomarto Village, Singosari District, Malang Regency. The research method used is quantitative and qualitative, using a case study approach. This research was conducted from December 2020 to January 2021 at KWT Srikandi in Toyomarto Village, Singosari District, Malang Regency. The determination of Toyomarto Village as the research location was carried out purposively considering that KWT Srikandi is a group of women farmers in Toyomarto Village. The analytical method in this study uses SPSS 2.0 software. The results showed that the perception of KWT Srikandi members on the Knowledge variable averaged a score of 3.69; this means that most of the respondents agreed that the extension worker provided input and advice in efforts to develop farmer groups; on the Skills variable, the average score was 3.8 indicating that the respondents stated agree that members of the Farmer Group can carry out farmer group activities according to the skills acquired. The Attitude variable’s average score is 3.75, indicating that the respondents agreed if the extension worker could communicate in a language that farmers or members easily understood. Meanwhile, respondents’ perception of the variable of developing farmer group activities with a total average score of 3.9 indicates that respondents agree that extension workers play a role in improving the ability of KWT members to plan activities for Women Farmers Groups.


 Keywords— farmer, agricultural extension, perception

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles