EFEKTIFITAS SEKOLAH LAPANGAN GOOD AGRICULTURE PRACTICES (SLGAP) RIMPANG DALAM PENINGKATAN PRODUKSI DAN PENDAPATAN USAHATANI JAHE GAJAH (Zingiber officinalle Rosc.)

Main Article Content

Agus Sukmadjaya

Abstract

Kajian efektifitas SLGAP rimpang dalam peningkatan produksi dan pendapatan usahatani jahe gajah yang dilaksanakan pada SLGAP di Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo. Tujuannya adalah untuk mengkaji efektifitas metode SLGAP terhadap persepsi perubahan perilaku dalam peningkatan pengetahuan, ketrampilan dan sikap, dan mengkaji perbedaan produksi dan pendapatan antara usahatani tanaman obat rimpang komoditas jahe yang dilaksanakan oleh petani alumnus SLGAP dan non SLGAP. Metode analisis data yang digunakan dalam kajian ini adalah analisis deskriptif, dan dengan menggunakan analisis Uji Beda (Uji t), untuk mengukur perbedaan produksi dan pendapatan antara petani alumnus SLGAP dan non SLGAP serta analisis regresi linier berganda (Multiple Regression Analysis) untuk mengukur faktor-faktor yang mempengaruhi produksi. Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan metode purposive masing-masing sebanyak 28 responden yang melakukan kegiatan usahatani jahe. Penentuan jumlah 28. Hasil kajian menunjukkan bahwa persepsi petani terhadap peningkatan pengetahuan dan ketrampilan sebanyak 86,90 % responden menyatakan meningkat. Kemudian tingkat kepercayaan diri petani, sebanyak 79,80% responden menyatakan dapat meningkatkan kepercayaan diri. Sedangkan terhadap penyampaian materi dan medode pelatihan sebanyak 72,60 % responden, menyatakan bahwa materi pelatihan dalam SLGAP mudah dimengerti dan dipahami. Hasil uji beda (Uji t) terhadap produksi jehe antara petani peserta alumnus SLGAP dan non SLGAP menunjukkan bahwa tingkat produksi usahatani peserta SLGAP berbeda nyata dengan petani yang non SLGAP (selisih produksi sebesar 20,06 ton/ha - 13,28 ton/ha = 6,78 t/ha). Sedangkan terhadap pendapatan usahatani antara petani peserta alumnus SLGAP dan non SLGAP menunjukkan tingkat pendapatan usahatani peserta SLGAP berbeda nyata dengan petani yang non SLGAP (selisih pendapatan sebesar Rp.46.646.250,00 - Rp.24.816.035,00 = Rp.21.830.214,00.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles